Kamis, 09 Oktober 2014

Me, My Self, and I

Salah satu guru SMP Sekolah Alam Bandung ini memiliki nama lengkap Ajeng Novita Indriani, atau lebih dikenal dengan sebutan Bu Ajeng. Kepribadian cenderung cerewet, malah terkadang berlebihan dan selalu tertawa. Terlalu menyukai siswanya, bahkan siswanya dianggap sebagai anak kandung sendiri. Kelahiran sebuah kota bernama Sukabumi pada tanggal 6 September 1988 ini mengenyam pendidikan mulai dari TK hingga SMA di kota kelahirannya. Ketika lulus dari SMAN 3 Sukabumi , melanjutkan study di Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun 2007 dan berhasil diterima sebagai mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika. Berhasil menamatkan strata 1 jurusan pendidikan matematika di tahun 2011.

Saat diterima menjadi pengajar di SMP Sekolah Alam oleh Pak Eko ( Kepala Sekolah SAB), diamanahi untuk tidak hanya mengajarkan matematika saja melainkan mata pelajaran lain seperti fisika dan biologi. Tidak hanya itu, seorang guru di SAB juga diamanahi untuk mendampingi siswa dalam setiap kegiatan baik yang sifatnya dalam hal belajar, juga mendampingi dalam kegiatan non formal di luar sekolah.

Memberikan yang terbaik dengan memberikan keceriaan dalam pembelajaran, walau terkadang sangat tegas. Memiliki moto hidup "hidup adalah belajar". Karena manusia semenjak dilahirkan ke bumi hingga kembali ke bumi dalam menjalankan proses kehidupannya tidak terlepas dari proses belajar. Ketika itu dijadikan moto hidup, semoga setiap harinya dapat selalu belajar dari kehidupan dan dapat memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik....aaamin.

Memiliki hobi yang beragam, mulai dari penyanyi kamar mandi, acting, cruisteek, membaca novel, menulis cerita pendek, dan menonton filn sampai sering menyambangi cinema 21. Sebetulnya dari beberapa hobi ini kadang membantu dalam mengetahui karakteristik remaja masa kini. Hal itu dimanfaatkan untuk mendalami karakter setiap anak didik.

Dapat menjadi guru, kaka, teman, bahkan layaknya orang tua siswa ketika di sekolah. Tujuannya agar siswa tidak merasa canggung dalam menceritakan setiap keluh kesah dan kendala yang dihadapi siswa, serta menjadi konseling untuk siswa.

Terkadang "garing", dalam artian memberikan celotehan yang lucu tapi terkesan garing oleh siswa. Fungsinya untuk menghilangkan rasa bosan siswa. Tapi berhati-hatilah, hampir beberapa siswa mulai tertular celotehan garing ini.