Kurikulum



SMP ALAM BANDUNG

BACK TO THE  NATURE
Builds Character Through Nature 
Character & Capacity  building



I.                   GAGASAN TENTANG  SEKOLAH KEHIDUPAN
”Bayangkan sebuah sekolah masa depan, di mana anda menemukan sebuah gabungan yang sangat baik antara belajar teoritis di kelas dengan petualangan dan eksplorasi. Berkunjunglah ke sebuah kelas maka anda akan menyaksikan anak-anak  sedang mengadakan pengamatan pertumbuhan kacang, melihat dengan lop bentuk tubuh lebah. Di Kelas lain anak-anak dengan merancang membuat desain mobil ramah lingkungan. Di sudut lain dari kelas itu beberapa anak sedang mengadakan diskusi tentang bagaimana cara mendapatkan rizqi yang halal dengan berdagang . Di lapangan juga terlihat anak-anak yang sudah menyelesaikan semua “mata pelajaran” hari itu bermain musik dan teater atau duduk di perpustakaan asyik membaca buku. Bahkan keadaan sekolah ini merefleksikan era gaya belajar yang berubah, cara pandang yang dibentuk oleh para pendidiknya adalah bahwa setiap anak adalah unik.”

Sekolah persiapan untuk Hidup
Kita hidup dalam suatu abad yang penuh dengan perubahan-perubahan cepat. Suatu abad penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan , teori-teori dan metode serta permasalahan baru dan pemecahannya .
Karena di dunia kini berubah lebih banyak dalam 10 tahun daripada selama 1000 tahun, maka konsep penting yang harus ditanamkan dalam system pendidikan sekolah adalah :
·         sebanyak apapun yang diajarkan boleh jadi akan segera menjadi asing. Laju perubahan terus meningkat sehingga beradaptasi terhadap perubahan harus menjadi inti dari cara mengajar yang baru.
·         Pendidikan (sekolah) harus menemukan suatu cara untuk meningkatkan kemampuan siswanya dalam memilih secara tepat dan cepat dan yang benar-benar menjadi keinginan dan kebutuhan mereka sendiri. Siswa harus belajar bagaimana membuat berbagai keputusan dan melaksanakannya salam kaitannya dengan orang lain yang dipengaruhi oleh keputusannya itu.

Umumnya teori pendidikan didasarkan pada anggapan bahwa tujuan  utama pendidikan adalah mengalihkan keseluruhan pengetahuan dari satu generasi kegenerasi berikutnya. Asumsi ini menyiratkan dua hal , yaitu 
1.    Bahwa jumlah pengetahuan cukup sedikit untuk dikelola secara menyeluruh oleh system pendidikan
2. Bahwa kecepatan perubahan yang terjadi dalam tata budaya atau masyarakat cukup lambat sehingga memungkinkan untuk menyimpan pengetahuan dalam kemasan tertentu serta menyampaikannya sebelum pengetahuan itu sendiri berubah

Kedua keadaan tersebut sudah tidak berlaku lagi di abad modern saat ini. Sekarang kita hidup dalam jaman peledakan pengetahuan yang menimbulkan perubahan-perubahan sedemikian cepat. Kecepatan dan banyaknya perubahan dalam masyarakat tersebut telah menimbulkan pertanyaan yang meragukan “teori pengalihan pengetahuan” melalui pendidikan. Daripada sekedar mengalihkan semua yang kita ketahui maka barangkali tujuan kita sesungguhnya adalah menumbuhkan dorongan dalam diri peserta didik keinginan untuk melakukan proses penemuan sepanjang hidupnya terhadap apa saja yang memang dibutuhkannya untuk diketahui.
Jika rumusan ini di setujui maka ada 2 konsensus yang akan menyertainya
1.      Pendidikan tidak lagi sebuah kegiatan yang diperuntukkan bagi anak-anak, namun juga kegiatan seumur hidup. Pendidikan sebagai proses seumur hidup, dengan demikian akan mampu memenuhi kebutuhan dan pengalaman yang juga terus berubah.
2.      Tanggungjawab untuk menetapkan apa yang harus diajarkan dan yang akan dipelajari beralih dari tangan guru ke murid.
Seorang filosof, confusius pernah menekankan pentingnya arti belajar dari pengalaman ketika ia menyatakan :
“ saya dengar dan saya lupa”
“ saya lihat dan saya ingat”
‘ saya lakukan dan saya paham”
Pernyataan itu berarti bahwa pemahaman dan pengetahuan secara langsung memang berkaitan dengan kehidupan dan pengalaman keseharian. Pendidikan sebagai suatu proses seumur hidup dengan demikian berlangsung sepanjang kegiatan manusia yang dilakukannya secara sadar. Proses belajar tidak selesai ketika bel sekolah atau setelah tamat sekolah. Setiap yang kita lakukan selalu mengandung unsure belajar. Apa yang kita pikirkan dan dilakukan dimasa lalu dan apa yang dilakukan pada saat ini serta apa yang kita rencanakan untuk masa mendatang semuanya menunjukkan proses belajar.
Pandangan sempit bahwa pendidikan identik dengan sekolah sudah seharusnya ditinggalkan , kenyataan sesungguhnya adalah bahwa belajar setiap saat, dimana saja dan kapan saja. Yang dibutuhkan adalah suatu proses pendidikan yang dapat membatu kita menghasilkan pengetahuan dan situasi kehidupanyang dialami dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah tidak boleh menjadi persiapan untuk hidup.
 Sekolah harus menjadi kehidupan.

II.                KONSEP SL SEKOLAH ALAM BANDUNG
Mengantarkan Menuju Kedewasaan
Masa remaja adalah masa transisi menuju kedewasaan, hal ini yang memberi kecenderungan bagi para remaja untuk mencari kebebasan dalam mengekspresikan potensi yang dimilikinya. Namun, kebebasan yang diinginkan para remaja seringkali tidak diiringi dengan kesiapan mental dalam bertanggung-jawab, sehingga kebebasan yang tidak terukur dapat berpotensi memunculkan penyimpangan.
Remaja dalam transisinya menuju kedewasaan memerlukan pendampingan untuk mendukung pelejitan potensinya. Hal ini juga diperlukan untuk mengantarkan remaja menemukan jati diri sejatinya. Mereka perlu mendapat arahan dalam merencanakan masa depannya sehingga ia dapat menjadi pribadi yang matang sesuai dengan waktunya. Sekolah sebagai salah satu pranata sosial memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian seseorang dimana ia harus menghadapi dunia adalah suatu kenyataan yang harus di hadapi dengan bertanggung jawab
Belajar dari Semua
Di Sekolah Alam, tidak hanya murid yang belajar. Gurupun belajar dari murid. Bahkan orang tua juga belajar dari guru dan anak-anak. Mereka tidak hanya belajar di kelas. Mereka belajar di mana saja dan pada siapa saja. Mereka belajar tidak hanya dari buku tapi dari apa saja yang ada di sekelilingnya. Mereka belajar tidak untuk mengejar nilai, tapi untuk bisa memanfaatkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber Kegembiraan
Mereka harus benar-benar hidup. Mereka masih terus berbincang dan bersenda gurau dalam perjalanan pulang ke rumah. Sehari penuh di sekolah seakan tidak melelahkan mereka. Atau mungkin - tepatnya - lelah tidak menghilangkan gairah mereka. Sekolah bukan lagi beban. Sekolah adalah realitas kehidupan yang mereka jalani dengan penghayatan penuh. Sekolah adalah sumber kegembiraan. Bukan sumber stress yang biasanya membuat mereka kehi-langan gairah.
Belajar Untuk Menjadi
Dalam miniatur kehidupan yang natural dan riil seperti itu, anak-anak benar-benar dipandang sebagai manusia seutuhnya. Bukan sekedar robot cerdas - yang harus dijejali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan - di mana jam-jam belajar merupakan saat-saat "pengisian" yang mengerikan.
Tradisi Ilmiah, Bukan Prestasi Belajar
Sekolah bukanlah lapangan pacuan kuda!!! Tapi ada sekolah yang dirancang sebagai lapangan pacuan kuda. Di sana anak-anak dipacu untuk mengetahui lebih banyak. Bukan untuk menjadi sesuatu yang lebih baik. Tapi untuk mengalahkan orang lain. Kemajuan belajar diukur dengan capaian angka-angka. Bukan dengan perubahan-perubahan mendasar pada cara berpikir, struktur emosi dan pola sikap.
Sekolah  semacam itu biasanya melahirkan anak-anak pintar, bukan pembelajar apalagi ilmuwan. Mereka mempunyai prestasi belajar yang baik tapi tidak memiliki tradisi ilmiah yang kokoh.

III.             KURIKULUM SL
A.    Akhlaqul Karimah
-          Konsep Keimanan
Penanaman konsep dasar ketauhidan dan nilai-nilai keimanan yang disampaikan melalui tausiyah dan kultum baik dari guru maupun antar sesama siswa.
-          Sikap Hidup
Pembiasaan sikap dan prilaku yang baik melalui penerapan tata tertib serta penegakan disiplin dengan sistem reward and punishment.
-          Alquran
Menguatkan interaksi dengan alquran melalui pembiasaan aktivitas tahfidz, talaqi, dan taddabur ayat-ayat dalam Alquran.
-          Ibadah
Mengenalkan kaidah fikh terkait aktivitas ibadah sehari hari yang meliputi thaharah, sholat, shaum, zakat, dan adab sehari-hari.
-          Interaksi Alam
Menanamkan sikap dan prilaku yang baik terhadap lingkungan yang meliputi akhlak menjaga kebersihan, memelihara alam dan berkasih sayang kepada hewan.
B.     Falsafah Ilmu Pengetahuan
-          Pendidikan Kewarganegaraan
Membentuk siswa  memiliki kemampuan berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan, serta memahami konsep ketatanegaraan dan kemasyarakatan.
-          Bahasa Indonesia
Membangun kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
-          Bahasa Inggris
Membangun kemampuan berwacana, kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta berbagai bentuk esei. serta  kompetensi linguistik (menggunakan tata bahasa dan kosa kata, tata bunyi, tata tulis), kompetensi sosiokultural, dan kompetensi strategi.

-          Matematika
Mata pelajaran Matematika meliputi aspek-aspek kemampuan bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, statistika dan peluang.
-          Ilmu Pengetahuan Alam
Bahan kajian IPA meliputi aspek-aspek makhluk hidup dan proses kehidupan, materi dan sifatnya, energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta
-          Ilmu Pengatahuan Sosial
Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek: (1) Manusia, Tempat, dan Lingkungan, (2) Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan, (3) Sistem Sosial dan Budaya (4) Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.
-          Seni dan Teknologi Terapan
o   Seni Rupa dan Keterampilan
Mata pelajaran keterampilan pra-vokasional meliputi aspek-aspek sebagai berikut.1. Keterampilan kerajinan 2. Pemanfaatan teknologi sederhana yang meliputi teknologi rekayasa, teknologi budidaya dan teknologi pengolahan
o   Seni Musik
Apresiasi musik yang meliputi penguasaan alat music, pementasan dan menyanyikan lagu.
o   Pendidikan Teknologi Informasi dan Komputer
Ruang lingkup mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi meliputi aspek-aspek : penguasaan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi, serta penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
-          Muatan Lokal
o   Bahasa Arab
Pembelajaran Bahasa Arab memiliki tujuan agar para peserta didik berkembang dalam hal kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis secara baik; berbicara secara sederhana dan efektif  dalam berbagai konteks menafsirkan isi berbagai bentuk wacana tulis pendek sederhana
o   Outbound
Kegiatan outbound merupakan sarana aktivitas pengembangan jasmani dan mental untuk membentuk kerjasama, komunikasi, dan kepemimpinan siswa.
IV.             METODE BELAJAR
a.      Project Based Learning
Metode pembelajaran dengan melalui pengerjaan suatu proyek yang didesain oleh instruktur lengkap dengan source reference yang dibutuhkan. Metode ini melatih kemandirian siswa dalam proses belajar.
b.     Case Study and Problem Solving
Metode pembelajaran aktif dengan cara membedah suatu kasus kontekstual untuk merangsang daya analisis dan kreativitas berpikir siswa serta mengasah kemampuan komunikasi.
c.       Collaboration Learning
Metode andragogis yang melibatkan keaktifan siswa dalam membedah muatan pembelajaran secara berkelompok untuk memperkuat pemahaman.
d.     Field Study
Pembelajaran lapangan untuk melakukan observasi lapangan berdasarkan scenario yang dirancang oleh instruktur.
e.      Research and Experimental Studies
f.       Excited Learning

V.                (RANCANGAN) PROGRAM UNGGULAN SL - SAB
a.      Pendidikan Lingkungan Hidup
                                                     i.      Program Pertanian
Program pembelajaran experiental tentang pengolahan lahan, pembibitan, pemeliharaan tanaman hingga pasca panen.
                                                  ii.      Program Peternakan
Program pembelajaran experiental tentang pemeliharaan hewan ternak, serta pengolahan hasil ternak
                                                 iii.      Waste Management
Program pembelajaran experiental tentang teknik pengolahan limbah, termasuk pemanfaatannya.
b.     Leaderships and Entrepreneurships
                                                     i.      Program Pembinaan Karakter (Basic Life Skill Program)
Program mingguan yang meliputi aktivitas olahraga, training pengembangan diri, pembinaan spiritual, dan keorganisasian.
                                                  ii.      Business Internships
Program tahunan yang meliputi aktivitas magang kerja di berbagai industri kecil dan menengah.
                                                 iii.      Business Development
Program pengembangan usaha kecil yang dipandu oleh para fasilitator dan mentor pilihan untuk memupuk jiwa kemandirian
c.       Talent Programmes
                                                     i.      Beladiri
Seni beladiri Islami yang dibimbing oleh pelatih resmi dab berpengalaman
                                                  ii.      Culinary
Wadah bagi para siswa untuk mengembangkan bakatnya dalam mengolah bahan makanan menjadi produk kuliner yang baik yang ditampilkan secara estetis dan kreatif
                                                iii.      Sports Club
Klub olahraga sesuai minat yang meliputi; klub futsal, klub renang, klub sepeda, klub pecinta alam dll.
                                                iv.      Art and Craft
Kegiatan wajib bagi seluruh siswa untuk menyalurkan bakat seninya dengan menciptakan produk seni kreatif.
                                                   v.      English Club
Ekstrakulikuler bahasa Inggris yang dipandu oleh guru bahasa inggris SAB
                                                vi.      Tahsin-Tahfidz
Kegiatan pembinaan tahsin dan tahfidz Al-Quran yang ditujukan bagi siswa-siswa berpotensi dan berbakat untuk disiapkan dalam ajang
                                              vii.      Komunitas Fotografi
Kegiatan bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang seni fotografi.
                                           viii.      Hi-Tech
Kegiatan ekstrakulikuler yang diperuntukkan bagi siswa yang memiliki minat di bidang penguasaan teknologi meliputi Robota, Komputer dan Internet, Elektronika, Roket, dll
                                                 ix.      My Idea
Kegiatan intrakulikuler untuk mengekspolarai ide siswa dalam merancang konsep produk.

VI.              STANDAR  KUALIFIKASI SISWA SL
adalah:
1.      Tidak memiliki masalah emosional yang berat ( dibuktikan dengan referensi psikolog), sehingga dapat bersikap kooperatif dengan guru
2.      Mampu membaca Al-Quran (dibuktikan dengan sesi tes baca alquran)
3.      Memiliki prilaku yang wajar di rumah terutama saat berinteraksi dengan orang tua (dibuktikan dengan hasil wawancara dengan orang tua dan home visit)
4.      Memiliki riwayat akademik yang tidak bermasalah ( dibuktikan dengan fotokopi rapor kelas 4, 5, dan 6 SD)
5.      Memiliki kemampuan kognitif yang baik (standar, dibuktikan dengan hasil tes tulis terpadu yang diadakan oleh SAB)
6.      Memiliki keterampilan komunikasi yang baik (dibuktikan melalui wawancara
7.      Sehat jasmani (dibuktikan dengan data riwayat kesehatan dan tes fisik)
VII.           STANDAR  KUALITAS FASILITAS DAN LAYANAN
Untuk mencapai konsep tersebut, diperlukan fasilitas dan layanan standard sebagai berikut:
1.      Laboratorium IPA
2.      Laboratorium Komputer dan Audio Visual
3.      Laboratorium Bahasa