Sejarah

SEJARAH SINGKAT SEKOLAH ALAM BANDUNG

Penggagas konsep pendidikan Sekolah Alam adalah Lendo Novo. Pada awalnya memang hanya merupakan suatu gagasan pendidikan, tetapi kemudian dicoba diwujudkan menjadi sebuah model sekolah. Sekolah yang dibuat harus mempunyai dimensi alam sebagai sumber ilmu dan bisa dikelola oleh para peserta didik.
Konsep pendidikan Sekolah Alam tidak menggunakan gedung sekolah yang mewah melainkan saung kelas dari kayu, sehingga biaya untuk gedung lebih murah. Pendidikan yang berkualitas tidak ditentukan oleh sarana gedungnya, melainkan pada kualitas guru, metoda yang diterapkan dalam proses belajar mengajar dan kurikulum yang ditunjang oleh buku yang memadai sebagai gerbang ilmu pengetahuan.
Gagasan Sekolah Alam lahir sebagai:
1.       Anti tesis pendidikan konvensional. Bahwa pendidikan yang ada telah mematikan daya kritis dan kreativitas generasi bangsa. Sejak duduk di Taman Kanak-kanak hingga perguruan tunggi siswa didik untuk tidak boleh kritis dan kreatif. Anak TK atau SD yang kritis dianggap nakal atau pembuat onar karena mungkin mereka ingin menyatakan sesuatu. Mahasiswa yang kritis terhadap permasalahan sosial dan bangsanya juga diancam DO jika menentang rektor untuk demonstrasi atau mengkritik berbagai kebijakan yang tidak adil.
2.       Pencarian terhadap sekolah terbaik. Dalam referensi sejarah peradaban manusia telah ada sekolah terbaik yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Sekolah yang menerima siswa-siswanya apa adanya. Mereka para pengembala domba, pemabuk dan preman dll. Dengan didikan Rasulullah mereka akhirnya lulus dengan gelar Khairu Ummah, Umat terbaik. Sebuah predikat dan ijazah yang kekal dan menjadi bukti para lulusannya menjadi pemimpin dimuka bumi yang membawa rahmat bagi semesta alam. Dan ternyata sekolah mereka dulu adanya di bawah pohon kurma, dekat oase kalaupun di gedung hanya bangun kecil 3x4 milik Arqom bin Abi Arqom.
3.       Pemanfaatan alam sebagai laboratoriun belajar. Alam menyediakan begitu banyak inspirasi bagi ilmu pengetahuan. Di alam tersedia alat peraga, objek penelitian dan sarana pengembangan kepribadian yang sangat lengkap dan mewah. Kisah penemuan hukum gravitasi oleh Newton ketika duduk di bawah pohon apel, Hukum gaya angkat air oleh Arcimides ketika mandi dan menekan-nekan gayungnya, Frekuensi dan panjang gelombang oleh Einstein ketika mengamati perubahan warna matahari pada waktu pagi, siang dan sore, konsep pondasi cakar ayam oeh ldari pengamatan pada pohon kelapa di tepi laut. Dan banyak lagi penemuan-penemuan Semuaberdasar pengamatan dari alam.  Apalagi Indonesia yang begitu banyak potensi alamnya sehingga para pujangga menyebutnya zamrud katulistiwa, namun ironisnya sekolah dan pendidikan di negeri ini menjauhkan generasi mudanya dari lingungannya dengan membatasi sekolah dan kelas pada dinding-dinding yang sempit.
 Perwujudan dari hal tersebut, berupa penekanan bahwa sekolah yang didirikan harus:
·         Fokus pada aspek kualitas.
·         Biaya terjangkau, dengan cara mengeliminir biaya prasarana (menggunakan bangunan yang terbuat dari saung dan sebagai pengganti alat peraga memanfaatkan alam sekitar menjadi media pembelajaran).
·         Mengimplementasikan kurikulum dengan menggunakan metoda fun learning di alam terbuka.

PENDIRIAN SEKOLAH ALAM BANDUNG

Dengan alasan pengembangan Sekolah Alam di Indonesia, maka Lendo Novo selaku konseptor Sekolah Alam mendirikan Sekolah Alam di kota Bandung. Diawali oleh 5 orang alumni ITB (Eko Kurnianto Teknik Penerbangan 93, Tati Sulastri GM 93, Devi Teja Matematika 95, Rina Farida Biologi 94 dan Fajar Handyono Geologi 89) dirintislah Sekolah Alam Bandung dengan 16 murid pada awalnya. Selanjutnya sebagain orang tua siswa angkatan pertama dikukuhkan sebagai Pengurus Yayasan. Meraka adalah Edifrizal Darma, Tjut Meliza Hasan, Farida Handayani, Sulistyani dan Darma Setiawan. Untuk inilah maka secara legal aspek Sekolah Alam Bandung didirikan  oleh Yayasan Sekolah Alam Bandung berdasarkan Akta Notaris Dr.Wiratni Ahmadi, SH., pada tanggal 9 Januari 2001,  No.16.
Sekolah Alam Bandung berdiri di atas tanah dengan luas 5.000 m2 di lokasi perbukitan Dago Utara.Lokasi Sekolah Alam Bandung berada di lahan Bapak Hendro Martono, seorang yang sangat konsen pada pendidikan dan beliau juga pernah menjadi ketua IOM ITB (ikatan orang tua mahasiswa). Lokasi tersebut di wilayah Bandung Utara tepatnya Jl. Dago Pojok Kp Tanggulan Cikalapa II no 4, Rt 9 Rw 3 Kecamatan Coblong.
Saat ini (2009) Sekolah Alam Bandung telah meluluskan tiga angkatan dengan total seluruh siswa sekitar 300 anak (termasuk yang telah lulus atau pindah) dengan jumlah guru dan karyawan sebanyak 53 orang.
Lansekap sekolah alam didesain sedemikan rupa sehingga tata ruang tetap menjaga lingkungan.  Ruangan untuk belajar siswa di Sekolah Alam tidak menggunakan gedung sekolah yang mewah melainkan saung kelas dari kayu. Bangunan dengan model saung sebagai bangunan untuk belajar memungkinkan untuk tetap mempertahankan perbukitan tersebut tetap terjaga kesuburan dan penghijauannya.
Konsep menjaga lingkungan untuk masa depan dan mempertahankan cadangan air dan penghijaun dilakukan dengan memberi makna yang mendalam kepada para siswa untuk menanam, merawat dan melestarikan pepohonan. Konsep ini terwujud dengan program “one man one tree”. Satu siswa harus menanam dan merawat tanaman di sekolah alam minimal satu pohon ketika awal mereka bergabung menjadi siswa sekolah alam.
Apresiasi terhadap sekolah berwawasan lingkungan dengan perhatian pada pelestarian lingkungan pun pernah diraih Sekolah Alam Bandung dengan anugerah “The Best Flowery School” dari Ibu Dada Rosada selaku ketua penanaman sejuta pohon di Kota Bandung.
Pada tahun 2009 ini, Sekolah Alam telah memiliki :
·         7 saung kelas
·         1 saung ruang guru
·         1 saung yayasan
·         1 saung rumah penjaga
·         1 saung perpustakaan dan Lab. Komputer

KONSEP JIHAD HARTA DAN BEA GURU
Uang pangkal di sekolah alam Bandung di sebutnya Jihad Harta. Esensi jihad dalam hal ini adalah bahwa untuk pendidikan orang tua bisa memberikan hartanya dalam rangka jihad untuk pendidikan anaknya di sekolah alam. Pada awal pendirian sekolah alam Jihad Harta dapat berupa berbagai macam untuk membangun sekolah seperti vahan bangunan, alat outbond dll. Peruntukan Jihad harta di sekolah alam digunakan untuk 20% kesejahteraan guru, 60 % opersional yayasan (membayar karyawan, membayar PBB, sewa tempat, listrik, telepon, mainetance,marketing dll) 20% untuk pengembangan SAB (membangun saung baru)
SPP di sekolah alam dinamakan bea guru, karena alokasinya 100% diberikan kepada guru sekolah alam. Dengan sistem bea guru ini diharapkan kesejahteraan yang baik bagi guru dan meningkatkan motivasi bahwa guru juga merupakan owner di sekolah alam. Pengelolaannya diserahkan kepada syuro guru.

FILOSOFI
Mengacu pada tujuan manusia diciptakan ;
" Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu" (QS. 49 :13)
" niscaya Allah akan meninggikan orang yang yang beriman di antara kamu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (QS. 58:11)
" Dan ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.." (QS. 2:30)
Sekolah Alam mengembangkan intisari pendidikan mengacu kepada 3 (tiga) aspek utama:

KETAKWAAN -KEILMUAN – KEPEMIMPINAN



VISI

Menjadi lembaga pendidikan yang mengarah dan berbasis kepada Al Qur'an dan Sunnah, back to nature dan sustainable development

MISI

Mengembangkan aspek sumber daya manusia
1.       Akhlaqul Karimah (sikap hidup), menuntun anak didik pada perilaku yang sesuai dengan Al Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW
2.       Falsafah Ilmu Pengetahuan dan Sikap Ilmiah yang berdasarkan integrasi iman dan ilmu
3.       Kepemimpinan (leaderships), kemampuan mengelola kehidupan secara harmonis dan bijaksana

KURIKULUM

Sekolah Alam Bandung menekankan proses pembelajaran yang disampaikan secara active dan fun, karena secara lahiriah anak lebih suka berada dalam ruangan yang informal, terbuka dan bebas dibandingkan dengan suasana yang formal, tertutup dengan lingkungan yang terbatas.
Dalam berkreasi di lingkungan sekolah yang terbuka dan bebas, anak dapat menikmati waktu sekolah mereka, sehingga pengembangan nilai kreatifitas dan kemampuan dirinya menjadi lebih efektif
Sistem pengembangan pendidikan yang utama adalah dengan cara memberikan kepercayaan, sikap positif pada diri anak terhadap lingkungannya, karena perkembangan intelektualitas, emosional dan spiritual quotient sangat dipengaruhi oleh lingkungan alam sekitar, sehingga anak dapat mengembangkan nilai kepemimpinannya, memiliki emosi yang stabil dan dapat bekerja dalam suatu kelompok
Pada metoda belajar aktif, diharapkan anak dapat mengatur kegiatan belajar setiap hari dan guru memberikan fasilitas dan berfungsi sebagai nara sumber ilmu pengetahuan
Dengan metoda berpetualang di alam bebas, anak dapat menerapkan proses belajar mengajar secara keseluruhan dan dapat menciptakan suatu perkembangan bakat secara fisik dengan menggabungkan nilai emosi pada dirinya dan kerja kelompok bersama teman-temannya.
Materi sekolah yang diterapkan di Sekolah Alam Bandung tetap mengacu pada kurikulum Diknas, namun ditambah dengan beberapa kajian khusus dan penerapannya diselaraskan dengan filosofi Sekolah Alam .


PROFIL YAYASAN SEKOLAH ALAM BANDUNG

Yayasan Sekolah Alam Bandung didirikan pada tanggal 9 Januari 2001 berdasarkan Akta Notaris Dr. Wiratni Ahmadi, SH  nomor 16 dan pernyataan keputusan rapat tanggal 25 Oktober 2002 Nomor 63. Kemudian diperbaharui kembali dengan berdasarkan Akta Notaris Ani Nuryani, SH No 2 pada tanggal 3 Februari 2009.
Yayasan Sekolah Alam Bandung beralamat di Jl. Dago Pojok Tanggulan Cikalapa II No.4 Rt 04 Rw 03 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Bandung.
Telepon (022) 2501622 atau (022)82520202.

DEWAN PEMBINA

Ir. Hendro Martono
Tjut Meliza Hasan, S.Si
Sulistyani,S.E     
Farida Handayani,ST

DEWAN PENGAWAS

Ir. Darma Setiawan, MT
Ir. Edifrizal Darma, MT

DEWAN PENGURUS

Ketua                                 : Eko Kurnianto W, ST, MP.Mat
Bendahara                          : Ratih Rinanti Nurul Baity, S.T
Sekertaris                           : Huda Nurjantie, ST, Msi

PENUTUP

Demikianlah sejarah dan profi Sekolah Alam Bandung ini dibuat sehingga menjadi gambaran yang lebih jelas tentang keberadaan entitasnya. Kami menyadari bahwa Sekolah Alam Bandung ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dan dukungan seluruh masyarakat. Harapan kami model sekolah Alam di Bandung dapat diterus berkembang sehingga bermanfaat bagi Bandung, Jawa Barat dan Bangsa Indonesia seluruhnya.